Minggu, 27 November 2011


Berasal dari keluarga yang tidak utuh bukan merupakan pekara yang mudah untuk bisa diterima dimasyarakat. Keluarga tidak utuh dapat dianalogikan seperti orang cacat. Dimana setiap keberadaannya selalu dipandang sebelah mata dan diremehkan. Bahkan kadang cenderung dikucilkan. Keluarga tidak utuh biasa disebut dengan broken home. Dimana keluarga yang seperti ini sebenarnya yang menjadi korban adalah anak- anak. Korban dari keegoisan orang tua.

Tidak sepatutnya lah kita memandang sebelah mata akan anak- anak dari broken home seperti ini. Kadang anak- anak seperti ini mempunyai talenta yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita. Berasal dari keluarga broken bukan berarti hidup, sikap, sifat dan tabiat si anak juga broken. Meskipun tidak dipungkiri ada beberapa anak yang berasal dari keluarga broken adalah anak- anak yang memerlukan penanganan yang luar biasa. Tapi juga tidak sedikit pula, anak- anak dari keluar broken yang justru membanggakan. Bukan berarti karena diasuh oleh orang tua tunggal, hasilnya akan berbeda dengan ketika di asuh oleh orang tua yang lengkap.

Anak- anak yang  berasal dari keluarga broken cenderung ingin lebih diperhatikan. Apabila dia tidak mendapatkan perhatian, sebisa mungkin dia akan mencari perhatian. Nah itu sebabnya mengapa banyak dikatakan bahwa anak seperti ini senang membuat ulah. Yang kadang disalah artikan oleh orang sebagai tindakan nakal karena tidak di didik.

Secara mental, anak- anak seperti ini berbeda dengan anak- anak yang mempunyai keluarga utuh. Tapi pada dasarnya mereka sama. Hanya saja ada beberapa kondisi yang menekan mental dan jiwa mereka. Seharusnya, orang awam paham akan hal itu dan memberikan tindakan yang tepat untuk anak seperti ini. Sedikit perhatian saja, akan sangat merubah sikap yan 'suka membuat ulah' pada anak keluarga broken. Karena pada dasarnya, itulah yang mereka butuhkan. Perhatian.

Saya adalah salah satu dari sekian banyak anak dari keluarga broken home di Indonesia. Dimana di Indonesia, dibesarkan oleh orangtua tunggal masih sangat tabu. Padahal di Eropa seperti Inggris, dibesarkan oleh orangtua tunggal merupakan hal yang cukup wajar. Tentunya kita bisa ambil sisi positifnya. Saya percaya diri saya mampu seperti yang lain. Karena saya mempunyai asa dan cita setinggi langit. Tentu tidak lepas dari doa Ibunda tercinta.



Blog ini adalah blog kedua ku. Sebelumnya aku udah pernah buat blog yang isinya sebenarnya seperti buku diary kalo menurutku. e-book diary. hhhaaa :) . Dengan url www.gadisremajaakhir.blogspot.com .

Dan blog yang ini , ingin saya khususkan untuk menuangkan berbagai cita dan asa yang sudah aku lewati maupun belum. Siapa tahu bisa menjadi inspirasi. Let's do it.


Saya awali dengan kata :